Gambaran Daya Tahan Otot Lengan Atas pada Penggiat Olahraga Hyrox di Kota Makassar
DOI:
https://doi.org/10.17977/um057v16i1p23-36Keywords:
Interval training, hyrox, daya tahan otot, lengan atasAbstract
Hyrox sebagai bentuk olahraga kompetitif berbasis kebugaran yang menerapkan prinsip latihan interval, yaitu menggabungkan aktivitas berintensitas tinggi dan sedang yang dilakukan secara bergantian. Dalam pelaksanaannya, pada kompetisi hyrox peserta harus menyelesaikan delapan jenis latihan secara berurutan dan disertai lari sebanyak 8 kali dengan masing-masing 1.000 meter dilakukan secara bergantian antara lari dan latihan. Beberapa gerakan hyrox menuntut kontraksi berulang dari otot lengan atas seperti biceps, triceps, deltoid, dan brachialis yang berperan penting dalam mendukung stabilitas dan kekuatan dorong tarik yang dominan dalam olahraga ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran daya tahan otot lengan atas pada penggiat olahraga hyrox di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik total sampling, sehingga seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dijadikan sampel penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan daya tahan otot lengan atas penggiat olahraga hyrox berada pada kategori baik sekali (81,5%), dengan usia mayoritas berada pada kelompok dewasa awal (51,9%), berjenis kelamin perempuan (59,3%), dengan frekuensi latihan tinggi (81,5%), durasi latihan cukup (81,5%) dan intensitas latihan sedang (66,7%), serta memiliki aktivitas fisik lain (81,5%). Sehingga, penggiat olahraga hyrox didominasi oleh kelompok dengan daya tahan otot lengan atas baik sekali, jenis kelamin perempuan, frekuensi latihan tinggi, durasi latihan lama, intensitas latihan sedang dan aktivitas fisik tambahan lain.
Kata kunci: Interval training; hyrox; daya tahan otot; lengan atas.




